Dari Forum Rakernas Apeksi : Daerah Harus Optimal Kembangkan Pariwisata

98 Walikota Pawai di Banda Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah daerah harus berperan optimal dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata sesuai karakteristik dan potensi yang ada di masing-masing daerah. Pasalnya, kini sudah saatnya menjadikan pariwisata sebagai sektor penunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya di perkotaan.


“Untuk mencapai hal itu, perlu dilakukan penataan dan penbenahan semua prasarana dan sarana kepariwisataan seperti hotel, restoran, insfrastruktur transportasi, serta pelestarian potensi wisata. Karena tanpa dukungan prasarana dan sarana, kunjungan wisatawan akan terhambat,” jelas Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Dr Ir H Yuswandi A Tumenggung saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-8 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Hotel Hermas Palace Banda Aceh, Sabtu (28/5) pagi.

Untuk daerah yang punya potensi wisata tapi belum mampu menunjukkan manajemen kepariwisataan, menurut Yuswandi, diperlukan kerja sama sinergis antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat. Sehingga akan terwujud manajemen kepariwisataan yang baik pada semua bidang pendukung. Hal ini jelas akan berdampak signifikan pada daya tarik wisatawan. “Jika ini terjadi, pada gilirannya akan meningkatkan PAD dan berkontribusi pula pada peningkatan devisa negara,” jelas Yuswandi yang juga menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada Rakernas itu.

Dalam memberikan perhatian khusus untuk peningkatan keberhasilan sektor pariwisata, lanjut Yuswandi, pemerintah daerah perlu melakukan berbagai hal. Seperti mengalokasikan dana APBD yang proporsional untuk membiayai pembangunan infrastruktur kepariwisataan (seperti jalan, listrik, dan telekomunikasi), memfasilitasi masyarakat dan pihak swasta dalam mengelola potensi wisata (seperti wisata budaya dan wisata alam), serta promosi dan pemasaran potensi wisata yang ada di daerah.

Ia juga menjelaskan, sinergisitas pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam meningkatkan pengembangan pariwisata di daerah. “Kelemahan peran dari salah satu elemen itu akan sangat menghambat pengembangan pariwisata. Untuk itu, bila terjadi kelemahan pada salah satu dari tiga elemen itu, pemerintah daerah wajib memfasilitasinya,” jelas Yuswandi.

Sesuai dengan tema yang diusung dalam Rakernas Apeksi kali ini yaitu ‘menggali potensi pariwisata untuk meningkatkan perekonomian daerah, Yuswandi berharap peserta dapat menyepakati hal-hal penting yang berkenaan dengan upaya pengembangan pariwisata di daerah. “Tapi, saya perlu tegaskan bahwa kreativitas dan inovasi pemerintah daerah dalam mengembangkan pariwisata jangan sampai salah kelola. Karena hal itu dapat menurunkan citra pemerintah daerah di mata publik,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Ir H Eddy Santana Putra MT yang juga Wali Kota Palembang dalam laporannya mengatakan esensi dari kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan daya saing daerah. “Saya kira komponen-komponen inilah secara spesifik dirumuskan dalam tema Rakernas Apeksi tahun ini” ujarnya.

Gubernur Aceh yang diwakili Asisten II, T Said Mustafa berharap melalui Rakernas Apeksi ini program-program pariwisata di Aceh dapat difasilitasi dan disambut baik oleh pemerintah Pusat. “Mudah-mudahan dalam Rakernas ini akan melahirkan satu formula ide yang menjadi pedoman bagi kita semua dalam menggali potensi pariwisata yang ada di daerah,” harapnya.

Ikut pawai budaya
Setelah mengikuti rakernas itu, 98 wali kota anggota Apeksi beserta rombongan, kemarin sore mengikuti kegiatan pawai budaya nusantara memeriahkan pembukaan acara Indonesia City Expo 2011 di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh. Para wali kota dan tim keseniannya dengan menggunakan pakaian adat masing-masing berjalan kaki dari kantor wali kota Banda Aceh menuju Blangpadang. Pawai yang diiringi dengan kesenian dari masing-masing daerah itu disambut antusias oleh seribuan warga yang menunggu di pinggir jalan yang dilalui peserta pawai.

Indonesia City Expo 2011 yang berlangsung 28 Mei sampai 1 Juni mendatang itu menampilkan barang-barang terbaik produksi 70 kota di Indonesia. Pembukaan kegiatan itu ditandai dengan penabuhan rapa-i (rebana) oleh seluruh wali kota yang hadir. Pada kesempatan itu juga ditampilkan rapa-i geleng oleh Sanggar Chit That Get (Banda Aceh) dan tarian tradisional Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Hari ini, Minggu (29/5) peserta Rakernas akan melakukan penanaman pohon khas daerah masing-masing di Hutan Kota di Desa Tibang dan kemudian melakukan tur ke Kota Sabang.(jal)

foto : Para Wali Kota se-Indonesia menabuh rapa-i (rebana) pada pembukaan Indonesia City Expo di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Sabtu (28/5). Indonesia City Expo yang akan berlangsung hingga 1 Juni, merupakan rangkaian dari Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang diikuti 98 Wali Kota di Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR

sumber : http://aceh.tribunnews.com

Iklan

Tentang bpmkotabandaaceh

Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s