13 Negara Belajar Pengurangan Resiko Bencana Di Aceh

Ketua Divisi Profesional Services TDMRC Unsyiah, Teuku Alvisyahrin kepada The Globe Journal, Sabtu (22/10) tadi sore di Banda Aceh mengatakan sedikit ada 17 peserta dari 13 negara akan mengikuti pembelajaran terkait pengurangan resiko bencana yang sudah dilakukan oleh Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah.

13 negara yang dia maksud adalah Afghanistan, Bhutan, Chile, Fiji, India, Laos, Maladewa, Nyanmar, Pakistan, Samoa, Sri Lanka, Vietnam dan dua orang peserta dari Indonesia. International Workshop on Disarter Risk Management ini digelar selama tiga hari yaitu 24-26 Oktober di Museum Tsunami Banda Aceh. Kemudian workshop ini akan dilanjutkan di Jakarta selama tiga hari.

Alvisyahrin menjelaskan besok, Minggu (23/10) para peserta dari 13 negara ini akan melakukan penanaman manggrove yang di pusatkan di Desa Lampaseh Aceh dengan melibatkan staff dari Kementerian Luar Negeri RI, TDMRC Unsyiah dan jajaran pemerintahan. “Program ini merupakan kerjasama antara Kementrian Luar Negeri RI, TDMRC Unsyiah dan Colombo Plan yang merupakan forum international,” kata Alvi.

Masih menurut dia, workshop manajemen kebencanaan itu diharapkan dapat meningkatnya penyadaran tentang resiko bencana yang sering terjadi akhir-akhir ini baik di Indonesia maupun di negara-negara dunia.

Pembelajaran bagaimana penanggulangan bencana yang telah dilakukan oleh TDMRC Aceh dalam fase pemulihan akan diperkenalkan kepada peserta dari 13 negara tersebut. “Ada beberapa kemajuan yang telah dicapai di Aceh yang akan dibagi ke negara-negara lain, sejauh ini sudah mulai melakukan upaya pengurangan resiko bencana secara aktif,” pungkas Alvis lagi.

Kegiatan penguranan resiko bencana itu didanai melalui hibah Multi Donor Fund (MDF) untuk tiga tahun dan berakhir pada tahun ini, termasuk pengembangan pusat riset tsunami TDMRC Unsyiah. “Ini hal yang menarik, karena belum banyak negara yang melakukan hal serupa sebagaimana yang sudah dilakukan di Aceh,” kata Ketua Divisi Profesional Services TDMRC Unsyiah ini.

Ia juga mengatakan agenda kegiatan ini merupakan forum yang mengikat hubungan antar negara dalam melakukan aktifitas manajemen kebencanaan. Nantinya para peserta akan dibawa berkunjung ke situs-situs tsunami seperti Kapal Apung, Pelabuhan Ulee Lheue, dan Gedung Penyelamatan Tsunami di Kota Banda Aceh.

sumber : http://theglobejournal.com

Iklan

Tentang bpmkotabandaaceh

Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Banda Aceh
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s